Tips Menelepon Wanita


Phone game, yak phone game , mungkin saya akan menyingkatnya dengan PG saja, agar saya tidak terlalu capek mengetiknya di Blackberry saya. Apa itu PG? PG merupakan seni menelepon agar telepon itu terasa menyenangkan sehingga membuahkan chemistry diantaranya, khususnya dalam hal romansa. Seringkali saya mendapati beberapa kawan saya yang menelepon wanita yang menjadi targetnya selama berjam-jam tetapi pembicaraan sangat stuck, membosankan, terkesan memaksa, dan ujung-ujungnya dia tidak bisa mendapatkan hati si wanita.

Hingga kemudian ada seorang kawan yang bertanya kepada saya bagaimana sih PG yang bagus? Apa sih yang harus diobrolin? Well, kalau boleh saya jujur saya cukup terjingkat akan pertanyaan ini, mengapa? Karena pertanyaan ini sangat menggambarkan saya beberapa bulan yang lalu dimana saat itu saya masih terdampar di pulau needy dan lemah. Saya sempat sangat nervous, takut, gelisah dan tidak tahu ingin bicara apa dengan sang wanita. Bahkan dahulu saya sempat membuat catatan kecil atau mungkin lebih tepatnya daftar pertanyaan untuk menelepon si wanita. Dan , damn !!! Its not work .. Saya lebih seperti mengajak wanita seolah menjadi terduga kasus korupsi dan saya menjadi Abraham Samad-nya(semoga anda yang membaca mendoakan saya menjadi ketua KPK  !!! I’m serious). Pembicaraan yang terjadi saat itu sangat memuakan, sampah, tidak seru dan bahkan mungkin jika saat itu saya rekam bisa-bisa saya langsung muntah. Karena pembicaraan hanya bermodel A-B, A-B.


Seperti:
Saya : Halo Jessica, lagi ngapain?
Wanita : Lagi nonton TV.
Saya : Nonton apa?
Wanita : OVJ.
Saya : Eh, yah kamu sudah makan?
Wanita : Sudah.
Saya : Makan apa?
dst …

Percaya atau tidak gaya telepon bodoh dan tolol itulah yang dahulu sempat saya lakukan, dan jika anda tahu saya tidak bisa bersuara lepas, sexy nan menggoda kala itu, karena tangan saya dingin, hati berdebar dan horor pikiran lainnya. Hingga kemudian ada alien yang datang dari planet cinta menyinari saya dengan sinar penyadaran. Penyadaran yang membuka mata saya bahwa saya melakukan suatu KESALAHAN BESAR. Yap, apa itu salahnya? Oke karena saya juga mengetiknya di Blackberry maka saya akan memaparkan singkat saja. Kesalahan terbesar saya saat itu.

1. Saya masih menganggap PG adalah suatu hal besar.
2. Saya TIDAK menelepon di saat KILLER TIME.

Oke, saya bahas satu per satu. Point pertama, SAYA MASIH MENGANGGAP PG ADALAH SUATU HAL YANG BESAR. Bayangkan bila saat ini saya meminta anda membuat sebuah lukisan Monalisa dalam waktu kurang dari 1 Jam dan apabila ANDA TIDAK DAPAT MENYELESAIKANNYA maka seorang penembak jitu AKAN MENEMBAK KEPALA ANDA dengan senapan Revolver berkaliber besar. Bayangkan sekarang!!! Sudah? Bayangkan lebih detail lagi. Jika anda membayangkan dengan benar, apa sensasinya? Apakah anda bisa menemukan tujuan suatu seni, yaitu untuk bersenang-senang dan meluapkan kreatifitas untuk dinikmati? Apakah lukisan anda bagus? Apakah lukisan itu merupakan karya terbesar anda? Jika YA, ada 2 kemungkinan yang terjadi, Pertama, anda mungkin adalah seorang yang memiliki bakat tinggi sebagai pelukis professional. Saya ucapkan selamat untuk itu. Atau jika anda tidak memiliki bakat melukis seperti yang pertama berarti kemungkinan Kedua, mungkin anda perlu ke Psikiater untuk memeriksakan kejiwaan anda karena saya takut anda berbakat menjadi Psikopat.

Baik karena saya yakin anda yang sedang membaca tulisan ini bukanlah seorang Psikopat, maka saya yakin anda akan menjawab TIDAK. Anda TIDAK akan menemukan tujuan seni yaitu untuk bersenang-senang dan meluapkan kreatifitas untuk dinikmati, lukisan anda PASTI TIDAK akan bagus, dan lukisan itu BUKANLAH karya terbaik anda BAHKAN mungkin adalah karya TERBURUK anda. Pertanyaannya, mengapa itu terjadi kepada anda? Ambil secarik kertas untuk menuliskan jawaban anda, jika sudah mari kita cocokan. Jawaban saya karena anda terintimidasi oleh penembak jitu tersebut sehingga anda mengerjakan lukisan itu dengan penuh rasa takut, lemah, dan tergopoh-gopoh. Anda tidak menikmati setiap coretan warna pada lukisan yang merupakan rangkaian emosi kreatifitas yang lepas. Seperti itukah jawaban anda? Saya rasa walaupun ada diantara anda yang menjawab tidak, tapi saya yakin intinya adalah sama. Nah, begitu juga dengan Phone Game, jika saat anda menelepon si wanita tetapi isi otak anda dipenuhi trik-trik yang menuntut anda untuk dapat membuat si wanita tertarik pada anda, maka saya bersumpah ANDA TIDAK AKAN DAPAT MENIKMATI Phone Game tersebut, silahkan potong jari kawan anda jika tebakan saya meleset. Nah, lalu apakah anda dapat membuat si wanita menikmatinya jika anda sendiri merasa tertekan seperti saat mengerjakan soal matematika ketika UAN ? Saya teringat ketika saya menonton Indonesian Idol dimana saat itu Agnes Monica mengatakan bahwa penonton hanya dapat menikmati pertunjukan jika penyanyi tersebut menikmati lagu dan penampilannya sendiri dengan tidak memperdulikan orang lain, karena IA BISA MENJADI LEBIH NATURAL, apakah anda pernah melihat Kaka Slank atau Iwan Fals bernyanyi dengan kondisi cemas bila penontonnya tidak menikmati pertunjukan tersebut? Itulah musisi profesional.

Sama halnya dengan seni menelepon atau PG tersebut, yang anda perlukan HANYA MENJADI NATURAL selayaknya anda menelepon kawan anda. Ya, gaya anda yang seperti itulah sesungguhnya sangat khas dan sexy juga menyenangkan. Anda bisa TERTAWA BERSAMA WANITA apabila anda merasa tidak ada lagi beban/target yang harus anda penuhi. Mungkin anda pernah diajak ngobrol oleh anggota MLM (Multi Level Marketing) dimana mereka pasti ujung-ujungnya mengajak anda bergabung, apa yang anda rasakan saat 1 menit anda bicara dengannya? Anda pasti akan berkata dalam hati “aish, modus nih orang”. Ya, ujung-ujungnya anda akan ilfil dan bahkan mungkin anda menghindari untuk kontak dengannya lagi. ITULAH YANG DIRASAKAN WANITA JIKA ANDA MEMPRIORITASKAN NIATAN ANDA UNTUK MENDAPATKANNYA SEBAGAI TUJUAN UTAMA SEHINGGA ANDA TIDAK MENJADI NATURAL. Biarkan diri anda menjadi diri sendiri SEBAGAI PRIORITAS!!!

“Wah, kalo gitu gue bakalan masuk ke Friend Zone dong?” , jika anda bertanya demikian maka saya tahu bahwa anda sangat menyimak tulisan ini. Baik jika anda sudah berhasil menerapkan kunci pertama dengan menjadi natural maka SAYA YAKIN ANDA TIDAK AKAN MENELEPON SI WANITA SEPERTI INTEROGASI selanjutnya kunci kedua yang harus anda lakukan sungguh sangat mudah anda tinggal melakukan story telling, flirting serta seduce yang cukup sexy tetapi ingat ANDA TETAP HARUS MELAKUKANNYA SECARA NATURAL. Saya tidak akan membahas story telling, flirting serta seduce kembali karena saya yakin banyak artikel yang telah membahas hal itu. Ahhh … Mengapa tiba-tiba saya teringat pertanyaan kawan saya yang mengaku bahwa dia tidak jago story telling dan ketika ia melakukan story telling meski dengan penekanan emosi yang tepat malah jatuhnya garing. Ijinkanlah saya membahas hal ini sedikit, saya janji tidak sampai satu paragraf. Mungkin kawan-kawan juga pernah mengalami hal serupa, saran saya untuk mengatasi hal ini adalah lakukan PDC (Pancing Dikit Curhat) si wanita tetapi anda jangan hanya menjadi dukun curhat. Buatlah curhatan itu menjadi cerita anda berdua dengannya. Saya berikan sedikit contoh:

Wanita : Iyah, tadi sama anak-anak habis nonton Batman. Bagus banget yang ini ceritanya, sampai ada Cat Womannya loh.
Anda : Wah, Batman? Coba bayangin kalo aku jadi Batmannya terus kamu jadi Catwomannya, kita naik motor super berdua kamu aku bonceng…bla…bla…bla

Setidaknya bagi saya yang juga tidak jago story telling, teknik ini cukup dapat membuat wanita merespon cerita kita, karena cerita tersebut merupakan pengembangan dari apa yang ia alami. Kemudian, jika anda telah melakukan story telling tapi tidak mendapat respon yang bagus dari si wanita anda cukup berkata “Gila, lo ngeflat banget ? Ekspresif dikit napa?”.

Oke rupanya saya telah melanggar apa yang saya katakan bahwa saya tidak sampai satu paragraf saat membahas story telling. Baik saya lanjutkan, sedikit saran, bukalah pembicaraan pertama dengan hal yang langsung bisa menaikan emosi (bukan nyolot) si wanita, JANGAN membuka pembicaraan dengan “Hallo Nadia, lagi apa?” karena itu tidak bisa memberinya kejutan pertama. Sedikit hal yang harus saya sampaikan apabila si wanita tidak mengangkat telepon anda, PERCAYALAH SI WANITA ITU SESUNGGUHNYA MINDER MENERIMA TELEPON ANDA saya tidak membual, bagaimana jika tiba-tiba seorang Christy Chibi, Pevita Pearce atau Avril Lavigne menelepon anda? Anda akan minder, kaget dan nervous bukan? Nah, bagi beberapa orang mereka MEMILIH UNTUK TIDAK MENGANGKATNYA, That’s the point !!!

Baik untuk point selanjutnya perihal Killer Time, saya akan membahasnya nanti jika anda bertemu langsung dengan saya, karena Blackberry saya sudah cukup lemot untuk mengetik sebanyak ini. (SoalCinta.com)